![]() |
Judul : RELASI KEKUASAAN DALAM WACANA KELAS: Perspektif Etnografi Komunikasi dan Pragmatik Penulis : Prof. Dr. Jumadi, M.Pd. Editor : Mastur Tebal buku : x + 366 halaman Ukuran : 14,5 x 21 cm Kertas : Bookpaper 57 gram BW Tahun terbit : Juni 2026 Penerbit : Trussmedia Grafika ISBN : Proses Pengajuan ISBN
SINOPSIS Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga merupakan sarana membangun, mempertahankan, sekaligus mendistribusikan kekuasaan. Hal ini juga berlaku dalam dunia pendidikan, seperti penggunaan bahasa di ruang pembelajaran. Penggunaan bahasa merupakan perangkat penting dalam merepresentasukan relasi kekuasaan antara guru dan murid. Dimana hal ini terlihat dalam bentuk tuturan, strategi komunikasi, pola interaksi yang berkembang sebagai sarana pemberdayaan murid. Dari sini kemudian buku ini hadir sebagai pengejawantahan kajian mendalam seputar relasi kekuasaan dalam wacana kelas dengan memadukan prespektif etnografi komunikasi dan pragmatik. Buku ini berfokus pada tiga aspek relasi kekuasaan dalam wacana kelas, yaitu meliputi: (1) Kekuasaan dalam tindak tutur, mencakup; tindak tutur direktif, asertif dan ekspresif. (2), kekuasaan dalam strategi tutur, mencakup; pengendalian topik pembicaraan, interupsi dan overlapping. (3), fungsi kekuasaan dalam interaksi kelas, baik sebagai sarana pencegahan perilaku yang tidak diharapkan, pemberian dukungan terhadap perilaku positif, maupun koreksi terhadap tindakan yang dianggap kurang sesuai. Dalam buku ini ditegaskan bahwa relasi kekuasaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam wacana kelas. Relasi kekuasaan lahir dalam berbagai bentuk tindak tutur dengan kadar dominasi yang berbeda-beda. Penggunaan kekuasaan dalam wacana kelas di ruang pembelajaran tidak selalu bermakna negatif. Kekuasaan dapat berfungsi secara preventif, suportif, dan korektif untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif, demokratis, dan humanis. Buku ini menawarkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hubungan antara bahasa, kekuasaan, dan pendidikan, sekaligus memberikan kontribusi teoretis bagi kajian pragmatik dan etnografi komunikasi serta kontribusi praktis bagi guru, mahasiswa, peneliti, dan pemerhati pendidikan yang ingin membangun budaya komunikasi kelas yang lebih kritis, partisipatif, dan memberdayakan. |

Post a Comment