Menjaga Mata Anak Kita

 






 Judul               : Menjaga Mata Anak Kita

Penulis             : Bangdzia

Editor              : Asa Gupita Lizadi, Sholihah Naily Syahidah

Tebal buku      : 228 halaman

Ukuran            : 14 x 20 cm

Kertas              : Bookpaper 57 gram BW

Tahun terbit     : September 2026

Hahasa            : Indonesia

Penerbit           : Trussmedia Grafika

ISBN               : Proses Pengajuan ISBN

 

SINOPSIS

Dalam Menjaga Mata Anak Kita, tujuan pertamanya adalah agar

kita sebagai orang tua bisa lebih melek perihal pornografi internet,

agar anak-anak mereka, generasi alfa, bisa selamat darinya. Ada

alasan mengapa saya menggunakan istilah “pornografi internet”,

bukan sekadar “pornografi” saja. Selain internet merupakan

signature technology bagi generasi alfa, gabungan pornografi

dengan internet memiliki daya rusak yang jauh lebih dahsyat

dibanding pendahulunya.

 

Buku Menjaga Mata Anak Kita juga akan mencoba menjelaskan

hal-hal yang selama ini dianggap rumit dan njelimet; proses otak

dalam mengasup konten pornografi internet. Kenapa kok bisa

sampai seperti itu, apa efeknya untuk anak kita, dan sederet

penjelasan lainnya. Saya berupaya menyajikan pengetahuan ini

dalam bahasa yang sederhana, agar lebih mudah dipahami.

Pengetahuan tentang pornografi dan otak adalah bekal penting

untuk memahami anak kita, sekaligus membantu menjaga

matanya dalam tindakan sehari-hari. Kalaupun ternyata sudah

terlanjur berkasus, maka pengetahuan ini akan membantu dalam

merawat dan memulihkan anak kita.

 

Untuk mempermudah penjelasan, penulis akan banyak memberikan

contoh kasus dan ilustrasi dalam bentuk gambar maupun data.

Ilustrasi ini tidak selalu ilmiah, dan barangkali lebih banyak yang

bersifat komikal. Harapannya buku dengan tema yang agak gelap

dan berat ini lebih ringan untuk dibaca dan dipahami.

Mungkin kita bukanlah orang tua terbaik. Kita kerap berbuat salah

untuk diri kita maupun dalam mendidik anak-anak. Namun semoga

lewat wasilah buku ini, kita bisa lebih siap untuk satu hal.


OlderNewest

Post a Comment