l Dzaakiroh al musytarikah baina al maghrib wa induuniisiyaa

 

 

Judul                : Al Dzaakiroh al musytarikah baina al maghrib wa induuniisiyaa (1960-2025): bimunaasabati al dzikro al khoomisah wa al sittiin li ta’siisi al ‘alaaqooti al maghribiyyah al induuniisiyyah

Penulis             : Dr. Fouad Larhzizer

Tebal buku      : xii + 150 halaman

Ukuran            : 14,5 x 21 cm

Kertas              : Bookpaper 57 gram BW

Tahun terbit     : September 2026

Hahasa            : Arab 

Penerbit           : Trussmedia Grafika

ISBN               : Proses Pengajuan ISBN

 

 SINOPSIS

Buku ini disusun untuk memberikan gambaran secara deskriptif mengenai sejarah, perkembangan, bentuk, serta dinamika hubungan Indonesia dan Maroko. Pembahasan di dalamnya tidak hanya melihat hubungan kedua negara dari perspektif diplomatik dan politik luar negeri, tetapi juga berusaha menghadirkan dimensi sosial, budaya, pendidikan, keagamaan, ekonomi, dan hubungan antarmasyarakat sebagai unsur yang turut membentuk karakter hubungan Indonesia–Maroko.

Dalam perspektif historis, buku ini menguraikan bagaimana hubungan antara Indonesia dan Maroko tumbuh dan berkembang dari waktu ke waktu. Berbagai momentum penting dalam perjalanan hubungan bilateral kedua negara menjadi bagian dari pembahasan untuk memahami bagaimana relasi tersebut dibangun, dipertahankan, dan dikembangkan. Sejarah hubungan ini juga menunjukkan bahwa interaksi Indonesia dan Maroko tidak semata-mata lahir dari kepentingan politik, tetapi juga dipengaruhi oleh adanya kesamaan nilai dan hubungan kultural yang telah terbentuk dalam perjalanan sejarah.

Pada aspek kebudayaan dan keagamaan, buku ini memberikan perhatian terhadap berbagai bentuk persinggungan dan pertukaran budaya antara Indonesia dan Maroko. Islam sebagai agama yang dianut oleh mayoritas masyarakat kedua negara menjadi salah satu unsur penting yang memperkuat hubungan kultural. Tradisi keislaman, pendidikan Islam, kajian keilmuan, serta pertukaran pemikiran menjadi ruang interaksi yang memperlihatkan adanya hubungan intelektual dan spiritual di antara kedua masyarakat.

Sementara itu, dalam bidang pendidikan dan akademik, hubungan Indonesia–Maroko menunjukkan perkembangan yang semakin luas. Mobilitas mahasiswa, kerja sama perguruan tinggi, pertukaran akademisi, penelitian, seminar, serta berbagai bentuk kerja sama ilmiah menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan antarlembaga sekaligus membangun jejaring intelektual kedua negara. Bidang ini memiliki posisi strategis karena pendidikan tidak hanya menghasilkan transfer pengetahuan, tetapi juga membangun pemahaman lintas budaya dan mempererat hubungan antargenerasi.

Buku ini juga membahas hubungan Indonesia dan Maroko dalam konteks ekonomi, perdagangan, pariwisata, serta kerja sama pembangunan. Perubahan lingkungan global menuntut kedua negara untuk terus mencari ruang-ruang baru dalam meningkatkan hubungan bilateral. Potensi ekonomi dan sumber daya yang dimiliki masing-masing negara dapat menjadi modal penting untuk membangun kerja sama yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Selain hubungan antarpemerintah, buku ini memberikan perhatian terhadap people-to-people relations, yaitu hubungan yang berkembang di antara masyarakat Indonesia dan Maroko. Hubungan antarmasyarakat memiliki arti penting karena menjadi fondasi sosial bagi keberlangsungan hubungan bilateral. Interaksi mahasiswa, akademisi, pelajar, wisatawan, komunitas budaya, dan masyarakat umum turut menciptakan ruang dialog yang memungkinkan terjadinya saling pengenalan, pemahaman, dan penghargaan terhadap karakteristik masing-masing bangsa.


OlderNewest

Post a Comment